MI NU 22 Al Islam Jati kembali menunjukkan komitmennya sebagai madrasah digital dengan menyelenggarakan Ujian Madrasah berbasis komputer (Computer Based Test/CBT) pada tanggal 4 hingga 12 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menghadirkan sistem evaluasi pendidikan yang modern, efektif, dan efisien.
Pelaksanaan Ujian Madrasah ini diikuti oleh seluruh siswa kelas akhir dengan penuh antusias. Dengan memanfaatkan teknologi komputer, proses ujian menjadi lebih praktis, transparan, serta mampu meminimalisir penggunaan kertas, sehingga lebih ramah lingkungan.
Sebagai madrasah yang terus berkembang di era digital, MI NU 22 Al Islam Jati telah mempersiapkan berbagai sarana dan prasarana pendukung. Mulai dari perangkat komputer, jaringan internet yang stabil, hingga sistem aplikasi ujian yang terintegrasi dengan baik. Hal ini bertujuan agar pelaksanaan ujian berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Ali Mustajab sebagai Kepala Madrasah, menyampaikan bahwa penerapan ujian berbasis komputer ini merupakan bagian dari transformasi digital di lingkungan madrasah. “Kami ingin membekali siswa tidak hanya dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga kemampuan beradaptasi dengan teknologi,” ujarnya.
Selain itu, pengawasan ujian dilakukan secara ketat oleh para guru untuk menjaga kejujuran dan integritas siswa. Dengan sistem CBT, hasil ujian juga dapat diketahui lebih cepat dan akurat, sehingga memudahkan proses evaluasi pembelajaran.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa MI NU 22 Al Islam Jati siap bersaing dan berinovasi di tengah perkembangan dunia pendidikan yang semakin digital. Diharapkan, melalui pelaksanaan Ujian Madrasah berbasis komputer ini, siswa dapat meraih hasil terbaik dan menjadi generasi yang unggul, cerdas, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
