Game Menyusun Instruksi Sederhana

Game Menyusun Instruksi Sederhana

🧠 Game Menyusun Instruksi Sederhana 🍡

Tugasmu: Susun langkah-langkah membuat teh manis dengan urutan yang benar!

Game edukatif seru untuk mengenal konsep coding dalam kehidupan sehari-hari

Game edukatif seru untuk mengenal konsep coding dalam kehidupan sehari-hari

🧩 Game: Aktivitas Sehari-hari dan Konsep Coding

Pilih aktivitas yang mirip dengan konsep *coding*, yaitu menyusun langkah-langkah logis untuk mencapai tujuan!

Klasifikasi Benda Cerdas vs Non-Cerdas

Klasifikasi Benda Cerdas vs Non-Cerdas

πŸ€– Game 4: Tebak Benda Cerdas & Non-Cerdas

Pilih apakah benda di bawah ini termasuk cerdas atau non-cerdas!

🧠
Benda...
Game Koding KA 2 Perintah Robot

Game Koding KA 2 Perintah Robot

πŸ€– Game Coding: Arahkan Robot ke Bintang 🌟

Susun langkah robot:



Instruksi kamu:

Game Koding KA 1

Game Koding KA 1

Game Koding & AI (Mini) β€” Belajar Urutan & Klasifikasi
AI

Mini-Game: Koding & Kecerdasan Artifisial

Belajar menyusun instruksi (coding), berpikir komputasional, dan simulasi pengelompokan (AI)
Petunjuk Guru / Siswa
  1. Bacalah setiap tugas sebelum mulai.
  2. Pada tugas urutan, susun langkah agar kegiatan berjalan dengan benar.
  3. Pada tugas penyortiran, pikirkan pola (warna atau bentuk) β€” seperti cara kerja AI.

Apa yang Dipelajari?
  • Berpikir Komputasional: Menyusun langkah sistematis untuk memecahkan masalah.
  • Literasi Digital: Mengenal konsep dasar sistem dan hasil digital.
  • Literasi & Etika AI: AI belajar dari data; manusia harus memberi contoh yang baik dan etis.
1️⃣ Urutan Instruksi
Susun langkah agar robot berhasil membuat jus jeruk. Seret langkah ke urutan yang benar.
Tarik langkah ke sini sesuai urutan...

2️⃣ Penyortiran β€” Simulasi AI
Seret buah ke tempat yang sesuai berdasarkan pola tertentu.
Gunakan logika untuk menentukan pengelompokannya.
Warna: Kuning
Bentuk: Bulat
Warna: Oranye
Game ini membantu memahami perbedaan antara coding (instruksi) dan AI (pengelompokan pola).
Menumbuhkan Cinta NU Sejak Dini di MI Dluwak: Setiap Tanggal 22, Kami Jadi Santri!

Menumbuhkan Cinta NU Sejak Dini di MI Dluwak: Setiap Tanggal 22, Kami Jadi Santri!

Kami Jadi Santri – Di tengah hiruk pikuk perkembangan teknologi dan era globalisasi, MI NU 22 Al Islam Jatiβ€”yang lebih akrab dikenal masyarakat dengan sebutan MI Dluwakβ€”hadir sebagai lembaga pendidikan yang berkomitmen melestarikan nilai-nilai keislaman, keindonesiaan, dan ke-NU-an sejak dini. Sebagai bagian dari lembaga di bawah naungan Nahdlatul Ulama, MI Dluwak tidak hanya fokus pada kecerdasan akademik, tetapi juga mengakar kuat pada pembentukan karakter dan spiritualitas peserta didik.

Sekilas Tentang MI Dluwak

Terletak di Desa Jati, MI Dluwak adalah madrasah yang telah lama menjadi bagian penting dari pendidikan dasar masyarakat sekitar. Dengan tenaga pendidik yang berpengalaman dan semangat membangun karakter santri, MI Dluwak terus berkembang sebagai madrasah yang unggul dalam prestasi dan berakar pada tradisi Islam Nusantara. Salah satu ciri khasnya yang unik adalah kegiatan β€œHari Santri Setiap Tanggal 22”, sebuah program rutin yang menjadi ikon dan semangat madrasah dalam mengenalkan tradisi ke-NU-an.

Kami Jadi Santri


Hari Santri Setiap Tanggal 22: Tradisi yang Menjadi Inspirasi

Setiap tanggal 22 di setiap bulan, MI Dluwak melaksanakan kegiatan spesial yang sangat ditunggu oleh seluruh warga madrasah: memperingati Hari Santri dengan mengenakan busana santri. Para siswa laki-laki tampil dengan sarung, baju koko, dan peci, sementara siswi mengenakan busana muslimah yang sopan dan rapi. Tak hanya sebatas pakaian, hari itu diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan, seperti:

  • Pembacaan Sholawat Nariyah dan tahlil

  • Kajian ringan tentang sejarah santri dan ulama NU

  • Tausiah dari guru atau tokoh masyarakat

  • Doa bersama untuk para pahlawan dan pejuang agama

Kegiatan ini bukan sekadar simbolik atau seremoni. Lebih dari itu, ia merupakan bentuk pembiasaan dan penanaman identitas yang penting bagi peserta didik untuk mengenal akar tradisi dan perjuangan para pendahulu.


Kenapa Harus Tanggal 22?

Tanggal 22 merujuk pada Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober. Penetapan ini berasal dari peristiwa bersejarah, ketika pada 22 Oktober 1945, Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama, mengeluarkan Resolusi Jihad yang menyerukan kewajiban membela tanah air bagi seluruh umat Islam Indonesia. Seruan ini memicu semangat perlawanan terhadap penjajah, khususnya dalam peristiwa heroik 10 November di Surabaya.

Presiden Joko Widodo kemudian menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional pada tahun 2015, sebagai bentuk penghargaan terhadap peran besar para santri dan ulama dalam sejarah perjuangan bangsa. Bagi MI Dluwak, memperingatinya setiap bulan adalah upaya menjaga ingatan sejarah dan menumbuhkan rasa bangga menjadi santri.


Selaras dengan Tujuan Madrasah

Kegiatan Hari Santri bulanan ini sangat erat kaitannya dengan visi dan misi MI Dluwak, yaitu “Membentuk peserta didik yang cerdas, berakhlak mulia, dan berwawasan ke-NU-an.” Madrasah bukan hanya tempat belajar akademik, tetapi juga tempat pembentukan karakter dan spiritualitas.

Melalui pembiasaan ini, siswa belajar tentang:

  • Adab dan tata krama santri

  • Kepedulian sosial dan cinta tanah air

  • Menghormati ulama dan guru

  • Menjaga akidah Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyyah

Ini adalah modal penting bagi anak-anak untuk menghadapi tantangan zaman, sekaligus tetap teguh pada jati diri mereka sebagai santri NU.


Lebih Dari Seragam, Ini Tentang Karakter

Banyak yang mengira bahwa Hari Santri di MI Dluwak hanya tentang memakai sarung dan kerudung putih. Tapi sesungguhnya, ini adalah gerakan internalisasi nilai. Anak-anak dilatih menjadi pribadi yang sederhana, tawadhu, berani menyuarakan kebenaran, dan mencintai bangsanya.

Hari Santri juga menjadi sarana untuk mengenalkan tokoh-tokoh NU, sejarah perjuangan mereka, dan warisan nilai-nilai keislaman yang damai dan moderat. Bahkan, siswa kelas bawah pun bisa menyebut nama KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahid Hasyim, hingga Gus Durβ€”tokoh yang menjadi inspirasi dalam kehidupan santri.

Baca juga : peringatan hari kartini 2025


Akhir Kata: Dari Dluwak untuk Bangsa

Kami Jadi Santri – MI NU 22 Al Islam Jati (MI Dluwak) terus bertransformasi menjadi madrasah yang tidak hanya unggul dalam nilai, tetapi juga dalam menanamkan karakter kebangsaan dan keagamaan. Kegiatan Hari Santri Setiap Tanggal 22 adalah bukti nyata bahwa MI Dluwak serius dalam menumbuhkan identitas santri dan cinta NU sejak dini.

Karena kami percaya, bahwa santri hari ini adalah pemimpin masa depan. Dan dari Dluwak, akan lahir generasi-generasi hebat yang cinta agama, bangsa, dan budaya.

Salam Santri! Siap Mengabdi untuk Negeri, Menjaga Tradisi, dan Merawat NKRI.

Upacara Hari Kartini 2025 di MI NU 22 Al Islam Jati: Meneladani Semangat Perjuangan RA. Kartini Melalui Pendidikan

Upacara Hari Kartini 2025 di MI NU 22 Al Islam Jati: Meneladani Semangat Perjuangan RA. Kartini Melalui Pendidikan

Jati, 21 April 2025 – Suasana pagi yang sejuk dan cerah menyambut kegiatan upacara peringatan Hari Kartini tahun 2025 di MI NU 22 Al Islam Jati. Tepat pukul 07.00 WIB, seluruh peserta didik, dewan guru, serta staf madrasah berkumpul dengan penuh semangat di halaman kampus MI NU 22 Al Islam Jati untuk mengikuti upacara bendera dalam rangka memperingati sosok pahlawan emansipasi wanita Indonesia, Raden Ajeng Kartini.

Upacara berjalan dengan penuh khidmat dan tertib, mencerminkan semangat nasionalisme yang tumbuh di hati para siswa dan tenaga pendidik. Yang bertindak sebagai pembina upacara pada kesempatan istimewa ini adalah Bapak Ali Mustajab, S.Pd.I, selaku Kepala Madrasah.

Dalam amanatnya, beliau menyampaikan pesan yang penuh makna kepada seluruh siswa tentang pentingnya meneladani semangat perjuangan RA. Kartini, terutama dalam dunia pendidikan.

“Anak-anakku yang saya banggakan, RA. Kartini adalah simbol perjuangan kaum wanita Indonesia dalam meraih hak untuk memperoleh pendidikan. Beliau telah membuka jalan bagi perempuan untuk bisa belajar, berpikir, dan berkontribusi bagi bangsa ini. Maka dari itu, sebagai generasi muda, kalian memiliki tanggung jawab moral untuk melanjutkan perjuangan beliau. Perjuangan itu bukan lagi mengangkat senjata, tetapi mengangkat buku, membaca ilmu, dan terus belajar dengan sungguh-sungguh.”

Pesan tersebut disambut antusias oleh seluruh peserta upacara, khususnya para siswi yang tampak bangga mengenakan busana adat daerah sebagai simbol penghormatan terhadap semangat Kartini. Beberapa siswi bahkan terlihat meneteskan air mata, tersentuh oleh semangat dan pesan luhur dari pembina upacara.

petugas Upacara Hari Kartini 2025 MI Dluwak

Perjuangan Kartini, Perjuangan Kita Semua

Raden Ajeng Kartini bukan hanya milik sejarah, namun juga milik masa depan. Ia adalah sosok yang menanamkan benih perubahan, terutama dalam bidang pendidikan. Dalam surat-suratnya yang terkenal dan dibukukan dalam “Habis Gelap Terbitlah Terang”, Kartini menyerukan pentingnya pendidikan untuk semua, tanpa memandang jenis kelamin, status sosial, atau asal-usul.

Kartini percaya bahwa pendidikan adalah cahaya yang akan mengusir gelapnya kebodohan. Pesan ini sangat relevan bagi para siswa MI NU 22 Al Islam Jati. Dalam dunia yang semakin berkembang pesat, hanya dengan semangat belajar dan tekad kuatlah generasi muda bisa bersaing dan turut serta membangun negeri.

Kunjungi : Penerimaan Peserta Didik baru tahun pelajaran 2025/2026

Motivasi untuk Generasi Muda

Kegiatan upacara Hari Kartini ini bukan hanya sekadar rutinitas tahunan, tetapi merupakan momentum yang tepat untuk membangkitkan semangat juang dalam diri setiap siswa. Kartini telah membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk menyerah. Di zaman yang serba mudah seperti sekarang, tidak seharusnya para pelajar malas atau putus asa.

Berikut ini adalah beberapa nilai perjuangan RA. Kartini yang bisa menjadi motivasi bagi siswa MI NU 22 Al Islam Jati:

  1. Berani Bermimpi Besar
    Kartini bermimpi tentang dunia yang lebih adil dan setara, padahal ia hidup dalam masa yang penuh keterbatasan. Ia mengajarkan kita untuk tidak takut bermimpi besar, karena dari mimpi lahir cita-cita dan semangat juang.

  2. Cinta Membaca dan Belajar
    Di tengah keterbatasannya, Kartini sangat gemar membaca dan menulis. Buku-buku menjadi jendelanya untuk melihat dunia. Maka, siswa-siswi MI NU 22 Al Islam Jati pun harus rajin membaca dan terus belajar, karena di situlah kunci kesuksesan.

  3. Percaya Diri dan Mandiri
    Kartini mengajarkan pentingnya percaya pada kemampuan diri. Ia tidak menunggu perubahan, tetapi menciptakan perubahan. Hal ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi para siswa agar lebih mandiri dan tidak bergantung pada orang lain.

  4. Berani Mengungkapkan Gagasan
    Dalam surat-suratnya, Kartini berani menyuarakan pendapatnya meskipun bertentangan dengan kebiasaan masyarakat kala itu. Hal ini penting untuk ditanamkan dalam karakter siswa agar mampu berpikir kritis dan komunikatif.

Kunjungi : Aplikasi Penilaian Kinerja Guru

Penutup

Upacara Hari Kartini 2025 di MI NU 22 Al Islam Jati menjadi momen berharga untuk mengingatkan kembali kepada seluruh warga madrasah, bahwa semangat perjuangan RA. Kartini tidak pernah padam. Ia hidup dalam semangat belajar setiap siswa, dalam dedikasi setiap guru, dan dalam harapan yang menyala dari setiap insan pendidikan.

Bapak Ali Mustajab, S.Pd.I juga menegaskan bahwa madrasah sebagai lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab besar untuk terus menanamkan nilai-nilai perjuangan, pendidikan, dan karakter kepada siswa.

“Mari kita terus nyalakan cahaya ilmu, agar dari MI NU 22 Al Islam Jati akan lahir Kartini-Kartini dan tokoh-tokoh hebat yang akan menerangi Indonesia dengan ilmu dan akhlaknya.”

Dengan selesainya upacara tepat pukul 07.30 WIB, para peserta kembali ke kelas masing-masing dengan semangat baru. Semangat yang tidak hanya menghormati perjuangan masa lalu, tetapi juga bersiap untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.

Upacara Hari Kartini 2025 MI Dluwak

Juknis Lomba Gebyar Ramadhan MI Dluwak 2025

Juknis Lomba Gebyar Ramadhan MI Dluwak 2025

Juknis Lomba Gebyar Ramadhan MI Dluwak 2025

Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan tahun 2025, MI Dluwak dengan bangga menggelar acara Gebyar Ramadhan yang akan diisi dengan berbagai kegiatan positif, salah satunya adalah Lomba Pildacil dan Lomba Puisi. Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah kreativitas serta meningkatkan rasa percaya diri para siswa dalam menyampaikan pesan moral dan keislaman melalui pidato serta puisi.

Ketentuan Lomba

  1. Peserta merupakan siswa dari MI NU 22 Al Islam Jati.
  2. Lomba bersifat perorangan.
  3. Kategori lomba:
    • Lomba Puisi diperuntukkan bagi siswa kelas 1, 2, dan 3.
    • Lomba Pildacil diperuntukkan bagi siswa kelas 4, 5, dan 6.
  4. Pemenang lomba terdiri dari Juara 1, 2, dan 3 pada setiap kategori.
  5. Hadiah bagi pemenang berupa piala dan piagam penghargaan.

Jadwal Pelaksanaan Lomba

  • Seleksi Peserta: 7 Maret 2025
  • Seleksi Kedua: 8 Maret 2025
  • Babak 10 Besar: 15 Maret 2025
  • Babak 5 Besar: 20 Maret 2025
  • Babak Final & Buka Bersama: 25 Maret 2025

juknis puisi islami

Baca juga : Kegiatan Ramadhan Pemuda Dluwak

Ayo Ikut serta dan Meriahkan Gebyar Ramadhan 2025!

Juknis Lomba Gebyar Ramadhan MI Dluwak 2025 – Lomba ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga menjadi kesempatan bagi para siswa untuk belajar, berkembang, dan menanamkan nilai-nilai Islami sejak dini. Dengan mengikuti lomba, anak-anak akan semakin terasah dalam berbicara di depan umum, memiliki rasa percaya diri, serta lebih mencintai sastra Islami.

Kenapa Memilih MI Dluwak?

MI Dluwak tidak hanya fokus pada pendidikan akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan agama yang kuat kepada setiap siswa. Dengan lingkungan yang nyaman, tenaga pendidik yang kompeten, serta berbagai kegiatan pengembangan karakter, MI Dluwak siap menjadi pilihan terbaik bagi pendidikan anak-anak Anda.

Mari bergabung bersama kami dan jadikan MI Dluwak sebagai tempat terbaik untuk membentuk generasi Islami yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi masa depan! Segera daftarkan putra-putri Anda di MI Dluwak!

POS UM Tahun Ajaran 2024/2025

POS UM Tahun Ajaran 2024/2025

POS UM Tahun Ajaran 2024/2025 – Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam telah menerbitkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Penyelenggaraan Ujian Madrasah (UM) untuk Tahun Ajaran 2024/2025. Dokumen ini tertuang dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 694 Tahun 2025 dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas serta standarisasi pelaksanaan UM di seluruh Indonesia.

Unduh POS : DISINI

Ruang Lingkup Ujian Madrasah

Ujian Madrasah mencakup seluruh mata pelajaran yang diajarkan pada kelas akhir di setiap jenjang pendidikan madrasah, termasuk mata pelajaran wajib, pilihan, dan muatan lokal. UM ditujukan bagi peserta didik kelas akhir pada jenjang:

  • Madrasah Ibtidaiyah (MI)
  • Madrasah Tsanawiyah (MTs)
  • Madrasah Aliyah (MA)
  • Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK)

Persyaratan Peserta Ujian

SOP ini menetapkan beberapa persyaratan bagi peserta didik yang akan mengikuti UM, antara lain:

  • Jenjang MI: Terdaftar di kelas VI dan memiliki laporan hasil belajar dari semester ganjil kelas V hingga semester ganjil kelas VI.
  • Jenjang MTs: Terdaftar di kelas IX dan memiliki laporan hasil belajar dari semester ganjil kelas VII hingga semester ganjil kelas IX.
  • Jenjang MA/MAK: Terdaftar di kelas XII dan memiliki laporan hasil belajar dari semester ganjil kelas X hingga semester ganjil kelas XII.

Jadwal Pelaksanaan Ujian

Pelaksanaan UM diatur dengan rentang waktu sebagai berikut:

  • MA/MAK: 17 Februari – 22 Maret 2025
  • MTs dan MI: 21 April – 10 Mei 2025

Madrasah diberikan kewenangan untuk menetapkan jadwal spesifik dengan mempertimbangkan ketuntasan kurikulum, kalender pendidikan, serta hari libur nasional dan keagamaan.

Teknis Pelaksanaan Ujian

Madrasah dapat memilih moda pelaksanaan UM sesuai dengan kondisi dan fasilitas yang tersedia, antara lain:

  • Ujian berbasis komputer
  • Ujian berbasis kertas
  • Bentuk ujian lain yang ditetapkan oleh madrasah

Selain itu, pendataan peserta ujian dilakukan melalui Aplikasi Pangkalan Data Ujian Madrasah (PDUM) Kementerian Agama RI. Setiap peserta akan mendapatkan nomor peserta yang terdiri dari 15 digit, mencakup informasi tahun ujian, kode provinsi, kode kabupaten/kota, kode jenjang, kode madrasah, dan nomor urut peserta.

Pembiayaan Ujian

Pelaksanaan UM dapat didanai melalui berbagai sumber, seperti anggaran madrasah, Komite Madrasah, Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), atau sumber lain yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Biaya tersebut mencakup penyusunan instrumen ujian, honorarium panitia, pengawas, proktor, teknisi, konsumsi, dan kebutuhan lain terkait pelaksanaan ujian.

Dengan diterbitkannya POS UM Tahun Ajaran 2024/2025, diharapkan penyelenggaraan Ujian Madrasah Tahun Ajaran 2024/2025 dapat berjalan dengan tertib, transparan, dan akuntabel, serta menjadi pedoman bagi seluruh madrasah dalam melaksanakan evaluasi hasil belajar peserta didik secara efektif dan efisien.

Baca juga artikel pendidikan lainnya DISINI

Jam Kerja Guru Ramadhan 1446 H

Jam Kerja Guru Ramadhan 1446 H

Jam Kerja Guru Ramadhan 1446 H – Penerapan Kebijakan Hari dan Jam Kerja di Madrasah Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2023 dan Surat Edaran Bersama Tahun 2025

Pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan aturan terbaru mengenai hari kerja dan jam kerja bagi instansi pemerintah dan Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2023. Selain itu, Surat Edaran Bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Agama, serta Menteri Dalam Negeri Tahun 2025 memberikan pedoman khusus bagi madrasah dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar serta sistem kerja tenaga pendidik selama periode tertentu.

Baca Juga : Gebyar Ramadhan 2025 MI Dluwak

Berikut adalah beberapa ketentuan utama yang harus diperhatikan oleh seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di madrasah:

1. Work From Home/Work From Anywhere (WFH/WFA) bagi Guru

Selama peserta didik madrasah melaksanakan pembelajaran secara mandiri di lingkungan keluarga, tempat ibadah, dan masyarakat pada tanggal 27 dan 28 Februari 2025 serta 3, 4, dan 5 Maret 2025, guru dapat melaksanakan tugas secara WFH/WFA dengan penugasan dari kepala madrasah. Namun, perlu diperhatikan bahwa libur awal Ramadhan 1446 H telah ditetapkan secara resmi dalam Kalender Akademik pada perkiraan tanggal 28 Februari – 2 Maret 2025.

2. Pengunggahan Surat Penugasan WFH/WFA

Guru ASN yang mendapatkan penugasan untuk bekerja dari rumah (WFH/WFA) diwajibkan untuk mengunggah surat penugasan tersebut melalui aplikasi PUSAKA sebagai bentuk dokumentasi dan pelaporan.

3. Kehadiran Kepala Madrasah dan Tenaga Kependidikan

Kepala madrasah serta tenaga kependidikan tetap melaksanakan tugas di madrasah, kecuali pada hari libur dan cuti bersama yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

4. Hari Libur Bersama Idul Fitri 2025

Tanggal 26, 27, dan 28 Maret serta 2, 3, 4, 7, dan 8 April 2025 ditetapkan sebagai hari libur bersama dalam rangka perayaan Idul Fitri bagi madrasah.

5. Ketentuan Jam Kerja ASN Selama Bulan Ramadhan

Selama bulan Ramadhan, jumlah jam kerja efektif bagi ASN adalah minimal 32,5 jam per minggu dengan rincian sebagai berikut:

  • Senin s.d. Kamis: pukul 08.00 – 15.00 WIB (istirahat pukul 12.00 – 12.30 WIB)
  • Jumat: pukul 08.00 – 15.30 WIB (istirahat pukul 11.30 – 12.30 WIB)

6. Penyesuaian Jam Kerja di Madrasah

Madrasah dapat menyesuaikan jam kerja dengan tetap memenuhi ketentuan minimal 32,5 jam per minggu. Adapun jadwal yang dapat diterapkan adalah:

  • Senin s.d. Kamis: pukul 07.30 – 14.00 WIB (istirahat pukul 12.00 – 12.30 WIB)
  • Jumat: pukul 07.30 – 11.00 WIB
  • Sabtu: pukul 07.30 – 13.00 WIB (istirahat pukul 12.00 – 12.30 WIB)

7. Pemberlakuan Jam Kerja bagi Guru dan Tenaga Kependidikan Non-ASN

Ketentuan jam kerja di atas juga berlaku bagi guru dan tenaga kependidikan non-ASN di madrasah.

8. Penyampaian Informasi kepada Guru dan Tenaga Kependidikan

Setiap kepala madrasah diwajibkan untuk menyampaikan informasi ini kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan di wilayah kerja masing-masing agar dapat dipedomani sebagaimana mestinya.

 

Download Surat Pola Kerja dan Jam Kerja GTK Madrasah selama Ramadhan 1446 H

Kesimpulan

Jam Kerja Guru Ramadhan 1446 H – Penerapan kebijakan ini bertujuan untuk memberikan fleksibilitas bagi guru dalam melaksanakan tugasnya tanpa mengurangi efektivitas pembelajaran. Dengan adanya ketentuan jam kerja selama bulan Ramadhan, diharapkan seluruh tenaga pendidik dan kependidikan dapat menjalankan tugasnya dengan baik sambil tetap menjalankan ibadah puasa dengan optimal. Oleh karena itu, setiap madrasah harus memastikan bahwa seluruh kebijakan ini diterapkan dengan baik sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.