Tes Kesehatan di MI NU 22 Al Islam Jati Bersama Puskesmas Plantungan

Tes Kesehatan di MI NU 22 Al Islam Jati Bersama Puskesmas Plantungan

MI NU 22 Al Islam Jati Gelar Tes Kesehatan Bersama Puskesmas Plantungan

MI NU 22 Al Islam Jati kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan peserta didik melalui kegiatan tes kesehatan yang bekerja sama dengan Puskesmas Kecamatan Plantungan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 16 Mei 2026 dan diikuti oleh seluruh siswa mulai dari kelas 1 hingga kelas 6.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan berlangsung dengan tertib dan penuh antusias. Para tenaga kesehatan dari Puskesmas Kecamatan Plantungan melakukan berbagai pemeriksaan dasar kepada siswa untuk memastikan kondisi kesehatan mereka tetap baik dan mendukung proses belajar di sekolah.

Tes kesehatan ini menjadi salah satu bentuk perhatian sekolah terhadap pentingnya kesehatan anak usia sekolah. Dengan tubuh yang sehat, siswa dapat belajar lebih fokus, aktif, dan semangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran sehari-hari.

Pemeriksaan Kesehatan Dilakukan Secara Menyeluruh

Dalam kegiatan tersebut, siswa mendapatkan beberapa layanan pemeriksaan kesehatan dasar, seperti pemeriksaan berat badan, tinggi badan, kesehatan gigi, kesehatan mata, serta pemeriksaan kondisi umum lainnya. Petugas kesehatan juga memberikan edukasi kepada siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan diri dan pola hidup sehat sejak usia dini.

Guru-guru MI NU 22 Al Islam Jati turut mendampingi siswa selama kegiatan berlangsung sehingga suasana tetap nyaman dan kondusif. Kehadiran tenaga kesehatan dari Puskesmas Kecamatan Plantungan memberikan pengalaman edukatif sekaligus menyenangkan bagi para siswa.

Pentingnya Tes Kesehatan untuk Anak Sekolah

Pemeriksaan kesehatan rutin pada anak sekolah sangat penting dilakukan untuk mendeteksi sejak dini berbagai gangguan kesehatan yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak. Melalui pemeriksaan ini, kondisi kesehatan siswa dapat dipantau secara berkala sehingga apabila ditemukan masalah kesehatan dapat segera ditangani.

Beberapa manfaat tes kesehatan bagi siswa antara lain:

  • Mengetahui kondisi kesehatan siswa secara dini
  • Membantu mencegah penyebaran penyakit di lingkungan sekolah
  • Mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak
  • Membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat
  • Meningkatkan konsentrasi dan semangat belajar siswa

Sekolah yang peduli terhadap kesehatan siswa akan menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman, aman, dan menyenangkan.

Edukasi Pola Hidup Sehat Sejak Dini

Selain pemeriksaan kesehatan, siswa juga diberikan edukasi sederhana mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat. Anak-anak diajarkan untuk rajin mencuci tangan, menjaga kebersihan gigi, mengonsumsi makanan bergizi, serta rutin berolahraga.

Kebiasaan sehat yang ditanamkan sejak dini akan memberikan dampak positif bagi masa depan anak. Oleh karena itu, sinergi antara sekolah, orang tua, dan tenaga kesehatan sangat diperlukan dalam membangun generasi yang sehat dan cerdas.

Komitmen MI NU 22 Al Islam Jati dalam Mendukung Kesehatan Siswa

Kegiatan tes kesehatan ini menjadi bukti nyata bahwa MI NU 22 Al Islam Jati tidak hanya fokus pada pendidikan akademik, tetapi juga memperhatikan kesehatan dan perkembangan peserta didik secara menyeluruh.

Melalui kerja sama dengan Puskesmas Kecamatan Plantungan, sekolah berharap para siswa semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan diri. Dengan tubuh yang sehat, siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang aktif, disiplin, dan berprestasi.

MI NU 22 Al Islam Jati terus berkomitmen menghadirkan berbagai program positif demi menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.

MI NU 22 Al Islam Jati Perkuat Budaya Peduli Lingkungan

MI NU 22 Al Islam Jati Perkuat Budaya Peduli Lingkungan

Madrasah Ibtidaiyah (MI) NU 22 Al Islam Jati terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah menyiapkan berbagai tempat sampah di lingkungan madrasah sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Program ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan sekolah, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi peserta didik agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini. Dengan adanya fasilitas tempat sampah yang memadai, siswa diharapkan semakin terbiasa membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Menanamkan Kebiasaan Baik Sejak Dini

Penyediaan tempat sampah di berbagai titik strategis menjadi salah satu upaya MI NU 22 Al Islam Jati dalam membangun budaya cinta lingkungan di lingkungan madrasah. Tempat sampah ditempatkan di depan kelas, halaman sekolah, area kantin, dan lokasi yang sering menjadi pusat aktivitas siswa.

Melalui langkah sederhana ini, para siswa diajak untuk lebih disiplin dalam menjaga kebersihan. Guru-guru juga aktif memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan, mengurangi sampah, serta membiasakan hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala madrasah menyampaikan bahwa pendidikan tentang kepedulian lingkungan harus dimulai sejak usia dini agar dapat membentuk karakter yang baik bagi peserta didik di masa depan.

Membangun Generasi yang Cinta Lingkungan

MI NU 22 Al Islam Jati berkomitmen untuk menciptakan generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan.

Melalui kegiatan menjaga kebersihan sekolah, siswa dilatih untuk memiliki sikap disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Kebiasaan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya menjadi bagian penting dalam membentuk karakter positif siswa.

Selain itu, kegiatan kebersihan lingkungan juga diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang nyaman sehingga proses pembelajaran dapat berjalan lebih optimal.

Dukungan Guru dan Wali Murid

Program cinta lingkungan yang dijalankan MI NU 22 Al Islam Jati mendapat dukungan dari seluruh warga madrasah, termasuk guru dan wali murid. Kerja sama antara sekolah dan orang tua dinilai sangat penting dalam menanamkan kebiasaan menjaga kebersihan kepada anak-anak.

Orang tua juga diharapkan dapat menerapkan kebiasaan hidup bersih di rumah agar nilai-nilai kepedulian lingkungan yang diajarkan di sekolah dapat terus terbawa dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan dukungan bersama, budaya menjaga kebersihan dan cinta lingkungan diharapkan dapat tumbuh menjadi karakter positif yang melekat pada diri setiap siswa.

Komitmen Mewujudkan Lingkungan Sekolah yang Bersih dan Nyaman

Penyediaan tempat sampah menjadi salah satu bentuk nyata komitmen MI NU 22 Al Islam Jati dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman.

Madrasah berharap langkah sederhana ini dapat memberikan dampak positif bagi seluruh siswa dan menjadi awal dalam membangun kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga lingkungan.

Ke depan, MI NU 22 Al Islam Jati akan terus menghadirkan berbagai kegiatan positif yang mendukung terciptanya generasi yang peduli kebersihan, cinta lingkungan, dan memiliki karakter yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Ujian Madrasah Berbasis Komputer MI NU 22 Al Islam Jati 2026: Wujud Madrasah Digital yang Modern

Ujian Madrasah Berbasis Komputer MI NU 22 Al Islam Jati 2026: Wujud Madrasah Digital yang Modern

MI NU 22 Al Islam Jati kembali menunjukkan komitmennya sebagai madrasah digital dengan menyelenggarakan Ujian Madrasah berbasis komputer (Computer Based Test/CBT) pada tanggal 4 hingga 12 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menghadirkan sistem evaluasi pendidikan yang modern, efektif, dan efisien.

Pelaksanaan Ujian Madrasah ini diikuti oleh seluruh siswa kelas akhir dengan penuh antusias. Dengan memanfaatkan teknologi komputer, proses ujian menjadi lebih praktis, transparan, serta mampu meminimalisir penggunaan kertas, sehingga lebih ramah lingkungan.

Sebagai madrasah yang terus berkembang di era digital, MI NU 22 Al Islam Jati telah mempersiapkan berbagai sarana dan prasarana pendukung. Mulai dari perangkat komputer, jaringan internet yang stabil, hingga sistem aplikasi ujian yang terintegrasi dengan baik. Hal ini bertujuan agar pelaksanaan ujian berjalan lancar tanpa kendala berarti.

ujian mi dluwak

Ali Mustajab sebagai Kepala Madrasah, menyampaikan bahwa penerapan ujian berbasis komputer ini merupakan bagian dari transformasi digital di lingkungan madrasah. “Kami ingin membekali siswa tidak hanya dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga kemampuan beradaptasi dengan teknologi,” ujarnya.

Selain itu, pengawasan ujian dilakukan secara ketat oleh para guru untuk menjaga kejujuran dan integritas siswa. Dengan sistem CBT, hasil ujian juga dapat diketahui lebih cepat dan akurat, sehingga memudahkan proses evaluasi pembelajaran.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa MI NU 22 Al Islam Jati siap bersaing dan berinovasi di tengah perkembangan dunia pendidikan yang semakin digital. Diharapkan, melalui pelaksanaan Ujian Madrasah berbasis komputer ini, siswa dapat meraih hasil terbaik dan menjadi generasi yang unggul, cerdas, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

Kolaborasi Digitalisasi dan Adiwiyata: Sinergi MI NU 22 Al Islam Jati dan MI NU 45 Trimulyo Menuju Madrasah Unggul

Kolaborasi Digitalisasi dan Adiwiyata: Sinergi MI NU 22 Al Islam Jati dan MI NU 45 Trimulyo Menuju Madrasah Unggul

Sinergi MI NU 22 Al Islam Jati dan MI NU 45 Trimulyo Menuju Madrasah Unggul

Kolaborasi Digitalisasi dan Adiwiyata: Sinergi Menuju Madrasah Unggul

Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, MI NU 22 Al Islam Jati dan MI NU 45 Trimulyo menjalin kerja sama strategis melalui kegiatan kolaborasi digitalisasi dan adiwiyata. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan madrasah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan.

Dengan mengusung tema “Kolaborasi Digitalisasi & Adiwiyata: Maju Teknologinya, Terjaga Lingkungannya”, kedua madrasah berkomitmen untuk mengintegrasikan pemanfaatan teknologi dalam proses pendidikan sekaligus memperkuat budaya peduli lingkungan sebagai bagian dari karakter peserta didik.

Sinergi Digital dan Kepedulian Lingkungan

Digitalisasi dalam dunia pendidikan saat ini menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Melalui kerja sama ini, kedua madrasah berupaya mengembangkan berbagai inovasi berbasis teknologi, mulai dari penggunaan media pembelajaran digital, sistem administrasi berbasis aplikasi, hingga penguatan literasi digital bagi guru dan siswa.

Di sisi lain, program adiwiyata menjadi pilar penting dalam membangun kesadaran lingkungan. Berbagai kegiatan seperti penghijauan, pengelolaan sampah, serta pembiasaan hidup bersih dan sehat terus dikembangkan sebagai bagian dari budaya madrasah.

Kolaborasi ini menjadi bentuk keseimbangan antara kemajuan teknologi dan tanggung jawab terhadap lingkungan, sehingga menghasilkan pendidikan yang holistik.

Rangkaian Kegiatan Kolaboratif

Kegiatan kolaborasi ini dilaksanakan pada Sabtu, 2 Mei 2026, dengan melibatkan perwakilan guru dari kedua madrasah. Acara berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan antusiasme.

Adapun rangkaian kegiatan meliputi:

  • Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU)
  • Pemaparan program digitalisasi madrasah
  • Pengenalan dan penguatan program adiwiyata
  • Diskusi dan berbagi praktik baik
  • Perencanaan kegiatan kolaboratif ke depan

Penandatanganan MoU menjadi momen penting sebagai simbol komitmen kedua belah pihak dalam membangun kerja sama yang berkelanjutan.

Membangun Budaya Kolaborasi Madrasah

Selain sebagai ajang kerja sama, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mempererat hubungan kelembagaan antar madrasah. Melalui kolaborasi ini, diharapkan tercipta budaya saling belajar, berbagi pengalaman, serta memperkuat jaringan antar lembaga pendidikan.

Semangat kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan ini menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital.

Harapan ke Depan

Melalui kolaborasi digitalisasi dan adiwiyata ini, diharapkan dapat terwujud madrasah yang:

  • Unggul dalam pemanfaatan teknologi
  • Memiliki budaya peduli lingkungan yang kuat
  • Mampu mencetak generasi yang cerdas dan berkarakter
  • Berdaya saing di tingkat yang lebih luas

Kerja sama ini bukan hanya menjadi program sesaat, tetapi diharapkan menjadi langkah awal menuju transformasi madrasah yang berkelanjutan.

baca juga Pentingnya Penilaian Kinerja Guru untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan

Penutup

Kolaborasi antara MI NU 22 Al Islam Jati dan MI NU 45 Trimulyo menjadi contoh nyata bahwa sinergi antar lembaga pendidikan mampu menghadirkan perubahan yang positif. Dengan memadukan digitalisasi dan kepedulian lingkungan, madrasah dapat menjadi pusat pendidikan yang tidak hanya modern, tetapi juga berkarakter dan berkelanjutan.

Upacara Hari Pendidikan Nasional 2026 di MI NU 22 Al Islam Jati

Upacara Hari Pendidikan Nasional 2026 di MI NU 22 Al Islam Jati

Upacara Hari Pendidikan Nasional 2026 di MI NU 22 Al Islam Jati: Menanamkan Disiplin Sejak Dini

UPACACRA HARDINAS 1

MI NU 22 Al Islam Jati melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada hari Sabtu, 2 Mei 2026. Kegiatan ini berlangsung khidmat di halaman madrasah dan diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta tenaga kependidikan.

Upacara ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan semangat belajar serta memperkuat karakter peserta didik, khususnya dalam hal kedisiplinan.

Pesan Kepala Madrasah: Disiplin adalah Kunci Sukses

Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala Madrasah, Ali Mustajab, menyampaikan amanat yang menekankan pentingnya pendidikan berbasis karakter. Salah satu poin utama yang disampaikan adalah pentingnya disiplin siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut beliau, disiplin bukan hanya sekadar datang tepat waktu ke madrasah, tetapi juga mencakup sikap tanggung jawab dalam menjalankan tugas, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

“Disiplin adalah fondasi utama dalam meraih keberhasilan. Siswa yang terbiasa disiplin sejak dini akan lebih siap menghadapi tantangan di masa depan,” ungkap beliau dalam amanatnya.

Pendidikan Karakter dalam Madrasah

Dalam konteks pendidikan di madrasah, disiplin menjadi bagian penting dari pembentukan akhlak dan kepribadian siswa. Pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembiasaan sikap positif.

Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan nasional, yaitu membentuk manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, serta memiliki kecerdasan dan keterampilan.

Beberapa bentuk disiplin yang ditekankan di MI NU 22 Al Islam Jati antara lain:

  • Disiplin waktu dalam kehadiran dan kegiatan belajar
  • Disiplin dalam berpakaian sesuai aturan madrasah
  • Disiplin dalam menjalankan ibadah dan kegiatan keagamaan
  • Disiplin dalam menjaga kebersihan dan lingkungan

Hari Pendidikan Nasional: Momentum Refleksi

Peringatan Hari Pendidikan Nasional setiap tanggal 2 Mei merupakan bentuk penghormatan terhadap Ki Hajar Dewantara sebagai tokoh pelopor pendidikan di Indonesia. Momentum ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen pendidikan untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran.

Tema besar Hardiknas juga mengajak seluruh lembaga pendidikan untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter dan budaya bangsa.

Membangun Generasi Disiplin dan Berkarakter

Melalui kegiatan upacara ini, MI NU 22 Al Islam Jati berkomitmen untuk terus membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter.

Disiplin menjadi salah satu nilai utama yang terus ditanamkan kepada siswa sebagai bekal menghadapi masa depan. Dengan pembiasaan yang konsisten, diharapkan siswa mampu menerapkan sikap disiplin dalam setiap aspek kehidupan.

Penutup

Upacara Hari Pendidikan Nasional 2026 di MI NU 22 Al Islam Jati bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi sarana edukasi yang bermakna. Pesan tentang pentingnya disiplin diharapkan dapat tertanam kuat dalam diri setiap siswa.

Dengan semangat Hardiknas, madrasah terus berupaya mencetak generasi unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Semangat Kartini dalam Balutan Santri: Upacara Peringatan 21–22 April 2026 di Madrasah

Semangat Kartini dalam Balutan Santri: Upacara Peringatan 21–22 April 2026 di Madrasah

Dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April 2026 sekaligus pelaksanaan upacara bulanan setiap tanggal 22 sebagai refleksi nilai-nilai Hari Santri, MI NU 22 Al Islam Jati menggelar upacara gabungan yang berlangsung dengan penuh khidmat dan makna.

Kegiatan ini menjadi momen istimewa karena menggabungkan dua nilai besar: semangat perjuangan perempuan Indonesia yang diwakili oleh Raden Ajeng Kartini serta karakter religius dan kedisiplinan santri. Seluruh peserta upacara, baik siswa maupun guru, mengenakan pakaian bernuansa santri yang mencerminkan identitas madrasah yang religius dan berbudaya.

Upacara dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah, Ali Mustajab, yang bertindak sebagai pembina upacara. Sementara itu, seluruh petugas upacara berasal dari siswa yang telah menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan disiplin.

Dalam amanatnya, Kepala Madrasah menyampaikan pentingnya meneladani semangat juang dan ketekunan belajar yang dimiliki oleh R.A. Kartini. Beliau menekankan bahwa Kartini bukan hanya simbol emansipasi wanita, tetapi juga sosok yang memiliki tekad kuat dalam menuntut ilmu di tengah keterbatasan.

“Semangat Kartini harus kita hidupkan dalam diri kita semua, khususnya para siswa. Ketekunan dalam belajar, semangat untuk terus maju, serta keberanian untuk bermimpi adalah kunci utama dalam meraih masa depan yang lebih baik,” ujar beliau dalam sambutannya.

Selain itu, beliau juga mengaitkan nilai-nilai Kartini dengan karakter santri yang harus senantiasa menjunjung tinggi akhlak, kedisiplinan, serta semangat belajar. Dengan demikian, peringatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum pembentukan karakter peserta didik.

Pelaksanaan upacara gabungan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pendidikan, kesetaraan, serta nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat identitas MI NU 22 Al Islam Jati sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter.

Dengan semangat Kartini dan jiwa santri yang melekat, seluruh warga madrasah diharapkan dapat terus melangkah maju, berkontribusi bagi bangsa, serta menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing.

POS UM Tahun Ajaran 2024/2025

POS UM Tahun Ajaran 2024/2025

POS UM Tahun Ajaran 2024/2025 – Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam telah menerbitkan Standar Operasional Prosedur (SOP) Penyelenggaraan Ujian Madrasah (UM) untuk Tahun Ajaran 2024/2025. Dokumen ini tertuang dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 694 Tahun 2025 dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas serta standarisasi pelaksanaan UM di seluruh Indonesia.

Unduh POS : DISINI

Ruang Lingkup Ujian Madrasah

Ujian Madrasah mencakup seluruh mata pelajaran yang diajarkan pada kelas akhir di setiap jenjang pendidikan madrasah, termasuk mata pelajaran wajib, pilihan, dan muatan lokal. UM ditujukan bagi peserta didik kelas akhir pada jenjang:

  • Madrasah Ibtidaiyah (MI)
  • Madrasah Tsanawiyah (MTs)
  • Madrasah Aliyah (MA)
  • Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK)

Persyaratan Peserta Ujian

SOP ini menetapkan beberapa persyaratan bagi peserta didik yang akan mengikuti UM, antara lain:

  • Jenjang MI: Terdaftar di kelas VI dan memiliki laporan hasil belajar dari semester ganjil kelas V hingga semester ganjil kelas VI.
  • Jenjang MTs: Terdaftar di kelas IX dan memiliki laporan hasil belajar dari semester ganjil kelas VII hingga semester ganjil kelas IX.
  • Jenjang MA/MAK: Terdaftar di kelas XII dan memiliki laporan hasil belajar dari semester ganjil kelas X hingga semester ganjil kelas XII.

Jadwal Pelaksanaan Ujian

Pelaksanaan UM diatur dengan rentang waktu sebagai berikut:

  • MA/MAK: 17 Februari – 22 Maret 2025
  • MTs dan MI: 21 April – 10 Mei 2025

Madrasah diberikan kewenangan untuk menetapkan jadwal spesifik dengan mempertimbangkan ketuntasan kurikulum, kalender pendidikan, serta hari libur nasional dan keagamaan.

Teknis Pelaksanaan Ujian

Madrasah dapat memilih moda pelaksanaan UM sesuai dengan kondisi dan fasilitas yang tersedia, antara lain:

  • Ujian berbasis komputer
  • Ujian berbasis kertas
  • Bentuk ujian lain yang ditetapkan oleh madrasah

Selain itu, pendataan peserta ujian dilakukan melalui Aplikasi Pangkalan Data Ujian Madrasah (PDUM) Kementerian Agama RI. Setiap peserta akan mendapatkan nomor peserta yang terdiri dari 15 digit, mencakup informasi tahun ujian, kode provinsi, kode kabupaten/kota, kode jenjang, kode madrasah, dan nomor urut peserta.

Pembiayaan Ujian

Pelaksanaan UM dapat didanai melalui berbagai sumber, seperti anggaran madrasah, Komite Madrasah, Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), atau sumber lain yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Biaya tersebut mencakup penyusunan instrumen ujian, honorarium panitia, pengawas, proktor, teknisi, konsumsi, dan kebutuhan lain terkait pelaksanaan ujian.

Dengan diterbitkannya POS UM Tahun Ajaran 2024/2025, diharapkan penyelenggaraan Ujian Madrasah Tahun Ajaran 2024/2025 dapat berjalan dengan tertib, transparan, dan akuntabel, serta menjadi pedoman bagi seluruh madrasah dalam melaksanakan evaluasi hasil belajar peserta didik secara efektif dan efisien.

Baca juga artikel pendidikan lainnya DISINI

Jam Kerja Guru Ramadhan 1446 H

Jam Kerja Guru Ramadhan 1446 H

Jam Kerja Guru Ramadhan 1446 H – Penerapan Kebijakan Hari dan Jam Kerja di Madrasah Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2023 dan Surat Edaran Bersama Tahun 2025

Pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan aturan terbaru mengenai hari kerja dan jam kerja bagi instansi pemerintah dan Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2023. Selain itu, Surat Edaran Bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Agama, serta Menteri Dalam Negeri Tahun 2025 memberikan pedoman khusus bagi madrasah dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar serta sistem kerja tenaga pendidik selama periode tertentu.

Baca Juga : Gebyar Ramadhan 2025 MI Dluwak

Berikut adalah beberapa ketentuan utama yang harus diperhatikan oleh seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di madrasah:

1. Work From Home/Work From Anywhere (WFH/WFA) bagi Guru

Selama peserta didik madrasah melaksanakan pembelajaran secara mandiri di lingkungan keluarga, tempat ibadah, dan masyarakat pada tanggal 27 dan 28 Februari 2025 serta 3, 4, dan 5 Maret 2025, guru dapat melaksanakan tugas secara WFH/WFA dengan penugasan dari kepala madrasah. Namun, perlu diperhatikan bahwa libur awal Ramadhan 1446 H telah ditetapkan secara resmi dalam Kalender Akademik pada perkiraan tanggal 28 Februari – 2 Maret 2025.

2. Pengunggahan Surat Penugasan WFH/WFA

Guru ASN yang mendapatkan penugasan untuk bekerja dari rumah (WFH/WFA) diwajibkan untuk mengunggah surat penugasan tersebut melalui aplikasi PUSAKA sebagai bentuk dokumentasi dan pelaporan.

3. Kehadiran Kepala Madrasah dan Tenaga Kependidikan

Kepala madrasah serta tenaga kependidikan tetap melaksanakan tugas di madrasah, kecuali pada hari libur dan cuti bersama yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

4. Hari Libur Bersama Idul Fitri 2025

Tanggal 26, 27, dan 28 Maret serta 2, 3, 4, 7, dan 8 April 2025 ditetapkan sebagai hari libur bersama dalam rangka perayaan Idul Fitri bagi madrasah.

5. Ketentuan Jam Kerja ASN Selama Bulan Ramadhan

Selama bulan Ramadhan, jumlah jam kerja efektif bagi ASN adalah minimal 32,5 jam per minggu dengan rincian sebagai berikut:

  • Senin s.d. Kamis: pukul 08.00 – 15.00 WIB (istirahat pukul 12.00 – 12.30 WIB)
  • Jumat: pukul 08.00 – 15.30 WIB (istirahat pukul 11.30 – 12.30 WIB)

6. Penyesuaian Jam Kerja di Madrasah

Madrasah dapat menyesuaikan jam kerja dengan tetap memenuhi ketentuan minimal 32,5 jam per minggu. Adapun jadwal yang dapat diterapkan adalah:

  • Senin s.d. Kamis: pukul 07.30 – 14.00 WIB (istirahat pukul 12.00 – 12.30 WIB)
  • Jumat: pukul 07.30 – 11.00 WIB
  • Sabtu: pukul 07.30 – 13.00 WIB (istirahat pukul 12.00 – 12.30 WIB)

7. Pemberlakuan Jam Kerja bagi Guru dan Tenaga Kependidikan Non-ASN

Ketentuan jam kerja di atas juga berlaku bagi guru dan tenaga kependidikan non-ASN di madrasah.

8. Penyampaian Informasi kepada Guru dan Tenaga Kependidikan

Setiap kepala madrasah diwajibkan untuk menyampaikan informasi ini kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan di wilayah kerja masing-masing agar dapat dipedomani sebagaimana mestinya.

 

Download Surat Pola Kerja dan Jam Kerja GTK Madrasah selama Ramadhan 1446 H

Kesimpulan

Jam Kerja Guru Ramadhan 1446 H – Penerapan kebijakan ini bertujuan untuk memberikan fleksibilitas bagi guru dalam melaksanakan tugasnya tanpa mengurangi efektivitas pembelajaran. Dengan adanya ketentuan jam kerja selama bulan Ramadhan, diharapkan seluruh tenaga pendidik dan kependidikan dapat menjalankan tugasnya dengan baik sambil tetap menjalankan ibadah puasa dengan optimal. Oleh karena itu, setiap madrasah harus memastikan bahwa seluruh kebijakan ini diterapkan dengan baik sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

MI NU 22 Al Islam Jati Peringati Harlah Ma’arif NU ke-95

MI NU 22 Al Islam Jati Peringati Harlah Ma’arif NU ke-95

MI NU 22 Al Islam Jati Peringati Harlah Ma’arif NU ke-95 – MI NU 22 Al Islam Jati Plantungan melaksanakan kegiatan upacara bendera untuk memperingati Hari Lahir Lembaga Pendidikan Ma’arif NU yang ke-95 pada hari Kamis, 19 September 2024. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat di halaman madrasah, dihadiri oleh seluruh siswa, guru, dan tenaga pendidik.

Sebagai pembina upacara, Kepala Madrasah MI NU 22 Al Islam Jati, Bapak Ali Mustajab, S.Pd.I, memimpin jalannya acara dengan penuh kesungguhan. Dalam pidatonya, beliau menyampaikan pentingnya momen ini sebagai pengingat untuk terus menjaga nilai-nilai yang diwariskan oleh Nahdlatul Ulama, khususnya dalam pendidikan. Tema yang diusung dalam upacara kali ini adalah “Merawat Wawasan, Membangun Martabat”, yang menekankan pentingnya memperkuat wawasan kebangsaan dan mengedepankan martabat dalam proses pendidikan.

“Peringatan Hari Lahir Lembaga Pendidikan Ma’arif NU ke-95 ini merupakan momen yang tepat untuk mengingat kembali perjuangan para pendiri NU dalam menciptakan lembaga pendidikan yang berlandaskan pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan,” ujar Bapak Ali Mustajab dalam sambutannya.

Upacara ini diikuti dengan penuh semangat oleh seluruh siswa dan tenaga pendidik. Para peserta upacara mengenakan seragam lengkap dengan rapi dan tertib. Dalam rangkaian acara, juga dibacakan doa bersama yang dipimpin oleh Bapak Abdul Rohman, A.Ag. M.Pd, sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan panjang Lembaga Pendidikan Ma’arif NU dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Melalui tema “Merawat Wawasan, Membangun Martabat”, MI NU 22 Al Islam Jati Plantungan ingin menekankan pentingnya menjaga wawasan kebangsaan yang inklusif, toleran, dan berakar pada nilai-nilai luhur agama Islam. Selain itu, madrasah ini juga berkomitmen untuk terus membangun martabat pendidikan yang bermutu dan berkarakter kuat, sejalan dengan prinsip-prinsip yang diajarkan oleh Nahdlatul Ulama.

Kegiatan upacara ini diakhiri dengan doa penutup dan penghormatan kepada bendera merah putih. Para siswa dan guru diharapkan dapat mengambil hikmah dari peringatan ini, agar semakin termotivasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta menguatkan jati diri sebagai bagian dari keluarga besar Ma’arif NU.

Dengan semangat peringatan Hari Lahir yang ke-95 ini, MI NU 22 Al Islam Jati Plantungan berkomitmen untuk terus menjadi lembaga pendidikan yang unggul, tidak hanya dalam prestasi akademik tetapi juga dalam menanamkan akhlak yang mulia.

Upacara Bendera di MI NU 22 Al Islam Jati: Menanamkan Disiplin dan Kebersihan pada Siswa

Upacara Bendera di MI NU 22 Al Islam Jati: Menanamkan Disiplin dan Kebersihan pada Siswa

Pada hari Senin, 22 Juli 2024, MI NU 22 Al Islam Jati atau yang lebih dikenal dengan MI Dluwak, menyelenggarakan upacara bendera yang berlangsung dengan khidmat dan tertib. Upacara ini diadakan sebagai bagian dari rutinitas sekolah untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan kecintaan terhadap tanah air pada seluruh siswa.

Upacara Bendera di MI NU 22 Al Islam Jati dimulai tepat pukul 07.00 WIB di halaman sekolah. Seluruh siswa, guru, dan staf mengikuti jalannya upacara dengan penuh antusias. Petugas upacara kali ini adalah siswa kelas 6 yang telah mempersiapkan diri dengan baik. Mereka menjalankan tugas dengan sempurna, mulai dari pengibaran bendera, pembacaan teks Pancasila, hingga pembacaan doa penutup.

Kepala Madrasah, Bapak Ali Mustajab, S.Pd.I, bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya, beliau menekankan pentingnya kedisiplinan bagi semua siswa. “Kedisiplinan adalah kunci keberhasilan dalam belajar. Setiap siswa harus memiliki kesiapan yang baik dalam menerima pelajaran dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah,” ujar Bapak Ali Mustajab dengan tegas.

Beliau juga mengingatkan para siswa untuk selalu menjaga kebersihan, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. “Lingkungan yang bersih akan menciptakan suasana belajar yang nyaman dan sehat. Mari kita jaga kebersihan bersama-sama,” tambahnya.

Upacara bendera ini tidak hanya menjadi ajang untuk menanamkan rasa nasionalisme, tetapi juga sebagai media untuk memperkuat karakter siswa dalam hal kedisiplinan dan tanggung jawab terhadap kebersihan. Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk generasi muda yang memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi, disiplin, dan peduli terhadap kebersihan.

Baca juga artikel manarik lainnya DISINI

Setelah upacara selesai, siswa-siswa kembali ke kelas dengan semangat baru untuk memulai kegiatan belajar mengajar. Semangat ini diharapkan terus terjaga dan terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

MI NU 22 Al Islam Jati terus berupaya untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa yang kuat. Upacara bendera yang rutin dilaksanakan setiap hari Senin ini menjadi salah satu sarana penting dalam mencapai tujuan tersebut.

Demikian artikel tentang Upacara Bendera di MI NU 22 Al Islam Jati, semoga bermanfaat.